Kamis, 01 September 2016

Pertama

Hai perkenalkan namaku Indah. Saat ini aku baru masuk kuliah di jurusan Sastra. Walau sebenarnya minatku lebih kepada seni daripada sastra. Saat-saat ini sebenarnya adalah saat-saat yang menegangkan bagiku. Karena sebenarnya sejak SMP aku selalu bersekolah di rumah, atau lebih dikenal dengan home schooling. Hal ini dikarenakan aku memiliki bakat istimewa di bidang kesenian terutama makeup dan musik. Memang bakatku di dua bidang tersebut masih belum terasah dengan baik tapi aku sudah cukup mendapatkan perhatian oleh beberapa pihak dari dalam dan luar negeri.

Karena aku termasuk anak yang terkekang dari keluarga yang cukup agamis (aku memakai hijab, walaupun aku tak jarang mengenakan pakaian ketat agar tubuh langsing dan semampaiku ini terlihat lebih seksi), aku sangat mencintai orang tuaku, terutama Ibuku, karena Ayahku merupakan orang yang cukup keras (akan kuceritakan tentang Daddy Kink pada tulisan-tulisan selanjutnya).

Aku sangat tidak menyukai Ospek, sangat melelahkan dan membuatku mengeluarkan banyak biaya. Aku tidak suka. Namun demikian ada satu hal yang membuat perasaanku tergelitik. Ya, kalau kalian menebak karena ada senior ganteng yang aku perhatikan dan aku sukai, kalian benar. Sebenarnya tampangnya biasa saja, manis, tapi tegas dan terlihat sangat dominan. Aku suka pria yang dominan. Nama senior yang mencuri hatiku tersebut adalah Reja, biasa dipanggil dengan Kang Reja.

Setiap pagi ia selalu menjadi pemimpin di lapangan yang dengan ketegasannya mengarahkan kami para Maba untuk berbaris dan bersiap untuk mengikuti acara Ospek sepanjang hari. Tak ada yang tahu bahwa diam-diam setiap kali Akang Reja merapihkan barisan dengan suaranya yang menggelegar, hatiku berdebar, tanganku bergetar, wajahku bersemu merah, dan bagian tubuh di antara selangkanganku menjadi sedikit basah.

Tak jarang selama Ospek aku membayangkan ketegasan Akang Reja yang juga terbawa pada keperkasaannya. Di hari kedua Ospek aku jadi tahu bahwa dia juga merupakan anggota dan pengurus dari Resimen Mahasiswa di Kampus di daerah Bandung ini. Setiap malam selama hari-hari Ospek aku selalu membayangkannya, bahkan setiap kali namanya disebut aku langsung bersemu merah.

Ah si Akang Reja, hari-hariku di kampus akan menjadi lebih ceria nampaknya.

Eh sudah malam larut malam nih. Besok aku lanjut lagi ya ceritanya, aku mau bobo dan memimpikan si Akang, mimpi dipeluk Akang Reja.

Oh Indahnya. Seperti namaku.

Au Revoir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar